Bisnis Makanan Tradisional Mendorong Jiwa Kewirausahaan

  • By adminpsi
  • 22/09/2022
  • Berita

 

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta dengan pendanaan dari Dikti tahun 2022 mengadakan sharing session mitra PkM PAUD Bintang-Bintang berlokasi di  Kalurahan Argomulyo Sedayu, Bantul.  Kegiatan dihadiri Kepala sekolah PAUD Bintang-Bintang Sri Suratiyah.

 

 

Tim PkM ini terdiri Arita Witanti dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI), Rani Rengganis dan Triana Noor Edwina Dewayani Soeharto dari Fakultas Psikologi UMBY. Kegiatan bertajuk “Menjadi Sociopreneur dengan Makanan Tradisional”.

 

Sociopreneur adalah seseorang yang berusaha menggunakan berbagai cara bisnis untuk mengatasi masalah bersama. Mereka harus berani mengambil risiko dan berusaha keras untuk memberikan dampak positif melalui berbagai inisiatif yang dilakukannya. 

 

Kegiatan ini bertujuan meningkatnya pengetahuan serta  kemampuan guru, siswa dan orangtua siswa  dalam memasak, mengemas dan memasarkan makanan tradisional  dengan  keuntungan yang dihasilkan bukan  hanya untuk diri sendiri namun  juga untuk masyarakat.

 

“Jadi menyisihkan keuntungan untuk kepentingan  masyarakat secara luas. Harapanya akan  tumbuh  watak sociopreneur sejak dini pada anak. Kegiatan telah dilaksanakan tanggal 14 Agustus silam,” papar Kepala Humas UMBY, Widarta MM dalam keterangan tertulis kepada koranbernas.id, Selasa (23/8/2022).  

 

Jika bisnis pada umumnya berusaha mengejar profit setinggi-tingginya dan hal ini berbeda dengan sociopreneurship. Sociopreneurship memiliki jauh lebih menekankan pada unsur isu sosial daripada keuntungan semata. 

 

Namun, bukan berarti sociopreneurship mengabaikan keuntungan, tetap sociopreneurship menghasilkan profit. Sebab profit tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk membuat sebuah aksi positif daripada keuntungan pribadi.

 

“Bukan hanya sharing atau berbagai ilmu, namun kegiatan dilanjutkan dengan  praktek memasak makanan dan atau minuman tradisional. Juga praktik mengemas dan mendesain label kemasan,” katanya.

 

Kegiatan itu diharapkan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang media pembelajaran dengan memanfaatkan makanan tradisional. Selain itu untuk menumbuhkan watak sociopreneur pada anak sejak dini.

 

Sementara  Sri mengungkapkan pelatihah tersebut diharapkan bermanfaat untuk wali murid dan guru-guru dapat memanfaatkan makanan tradisional sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan watak sociopreneur pada anak sejak dini di Tahun Ajaran (TA) 2022/2023

sumber: https://www.koranbernas.id/bisnis-makanan-tradisional-mendorong-jiwa-kewirausahaan