Gandeng UNIBOS dan SMAN 2 Makassar, Dosen Psikologi UMBY Gelar Psikoedukasi Bullying dan Regulasi Emosi
Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkolaborasi dengan Universitas Bosowa (UNIBOS) dan SMAN 2 Makassar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Kenali, Kelola, dan Cegah: Psikoedukasi Bullying dan Regulasi Emosi bagi Remaja”, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMAN 2 Makassar ini diikuti oleh 30 siswa. Agenda utama PkM difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan (bullying) sekaligus membekali mereka dengan keterampilan mengelola emosi demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan sehat secara psikologis.
Kegiatan pengabdian ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMAN 2 Makassar, H. Syafruddin M., S.Pd., M.Pd, yang menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan psikoedukasi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian siswa, membangun sikap saling menghargai, serta membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Sowanya Ardi Prahara, S.Psi., M.A. dari UMBY, menegaskan bahwa upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah tidak cukup hanya berfokus pada pemahaman teori.
“Pencegahan bullying tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman mengenai apa itu bullying. Siswa juga perlu memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosinya, terutama ketika menghadapi konflik dan tekanan. Karena itu, kegiatan ini memadukan edukasi mengenai bullying dengan keterampilan regulasi emosi yang dapat langsung dipraktikkan,” ujar Sowanya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi dan sekolah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih aman dan peduli.
“Kami berharap siswa tidak hanya mampu melindungi dirinya dari bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk peduli dan mengambil peran ketika melihat temannya mengalami bullying,” imbuhnya.
Tim PkM lintas perguruan tinggi ini terdiri dari Sowanya Ardi Prahara, S.Psi., M.A. (UMBY), Patmawaty Taibe, M.A., Ph.D. (UNIBOS), Juwandi, M.Si. (UMBY), dan Muh. Fitrah Ramadhan Umar, S.Psi., M.Si. (UNIBOS).
Dalam pelaksanaannya, para peserta menerima dua materi utama. Sesi pertama dibawakan oleh Sowanya Ardi Prahara yang memaparkan materi bertajuk “Mengenal Bullying: Memahami Bentuk, Peran, dan Dampaknya bagi Remaja”. Siswa diajak mengenali bentuk bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying, serta memahami peran korban, pelaku, maupun bystander (saksi).
Sesi kedua dilanjutkan oleh Patmawaty Taibe yang memaparkan materi pengelolaan stres dan regulasi emosi agar siswa dapat menghadapi tekanan, kemarahan, serta konflik tanpa merespons secara impulsif atau agresif.
Selain pemaparan materi, siswa berkesempatan mempraktikkan langsung latihan pernapasan dan expressive writing yang dipandu oleh Muh. Fitrah Ramadhan Umar. Teknik sederhana ini dirancang untuk membantu siswa menenangkan diri serta mengekspresikan perasaan secara sehat.
Guna mendukung keberlanjutan program, tim PkM memperkenalkan fasilitas Pojok Aman (Safe Corner). Ruang ini dirancang sebagai sudut tenang berfasilitas tempat duduk dan media edukasi, tempat siswa dapat mengambil jeda saat mengalami tekanan emosional sebelum kembali beraktivitas di kelas.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Afif, salah satu siswa kelas 12 2 SMAN 2 Makassar, mengungkapkan pemahamannya yang makin terbuka pasca-edukasi.
“Saya jadi lebih memahami bahwa bullying bukan hanya kekerasan, tetapi juga bisa berupa ejekan, mengucilkan teman, atau melalui media sosial. Saya juga jadi tahu bahwa sebagai teman kita tidak seharusnya hanya diam ketika melihat bullying,” ungkap Afif.
Hal senada disampaikan oleh Dirga, siswa kelas 12 2 lainnya, yang mengapresiasi sesi praktik langsung.
“Latihan pernapasan dan menulis perasaan menurut saya sangat bermanfaat. Saya jadi tahu cara sederhana untuk menenangkan diri ketika sedang stres atau emosi,” tutur Dirga.
Sebagai langkah tindak lanjut, program ini mendorong optimalisasi Pojok Aman, penguatan peran guru dalam merespons perundungan, serta pembiasaan budaya speak up, saling menghargai, dan saling peduli di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, UMBY, UNIBOS, dan SMAN 2 Makassar menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung perkembangan sosial-emosional remaja serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan bebas dari bullying.
Admin Web
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *