Membangun Personal Branding, Sebelum Membuat Company Branding

  • By adminpsi
  • 17/10/2022
  • Berita

Untuk dapat membangun psychopreneurship secara kreatif di era digital, harus menumbuhkan personal branding terlebih dahulu sebelum membuat company branding. Tujuannya, agar terbangun trust (kepercayaan) dari audiens, serta membuat konten-konten psikologi yang sesuai dengan kebutuhan audiens/customer. Demikian kesimpulan dari Webinar Psychopreneurship yang diselenggarakan Tim Pengabdian pada Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogya (UMBY), Minggu (16/10/2022).

Webinar ini menghadirkan pembicara dua pelaku Psychopreneurship, Ali Murtado SPsi dan Rosalia Nugraheni MPsi., Psikolog. Tim pengabdian dosen Fakultas Psikologi UMBY: Ros Patriani Dewi MPsi, Psikolog, Nia Kusuma Wardhani MPsi, Psikolog dan Noviar Rahmad Rizki MPsi, Psikolog.

Webinar dibuka Ketua Program Studi S1 Psikologi UMBY Narastri Insan Utami MPsi, Psikolog. Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang mayoritas mahasiswa, dari UMBY maupun perguruan tinggi lain di DIY.

Ali Murtado menyampaikan, bagaimana kiat-kiat menjalankan bisnis Psikologi secara kreatif di era digital. Ali juga alumnus S1 Psikologi UMBY dan saat ini sedang merintis usaha di bidang psikologi melalui platform digital yang bernama Work Life Balance. Dia menceritakan langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan untuk membuat platform berbasis konten psikologi khususnya kesehatan mental yang sudah dirintis dari tahun 2021. Saat ini, bisnisnya sudah mulai mengalami pertumbuhan dan sudah mempunyai tim yang solid.

“Intinya, adalah bagaimana dapat membangun bisnis di bidang psikologi dengan passion. Sebab, yang akan membuat bersemangat dalam menjalankan bisnis diawali dengan passion yang kuat,” papar Ali

Sedangkan Rosalia Nugraheni, menceritakan pengalamannya dalam menjalankan biro konsultan psikologi termasuk bagaimana jatuh bangun yang dialami dalam menjalankan bironya. Rosalia sebelumnya adalah Profesional HRD yang kemudian memutuskan untuk mendirikan biro psikologi sejak tahun 2019 yang bernama Naraya Consulting. Pengalaman yang dikisahkan dapat menggambarkan pahit manisnya sebagai Psychopreneur dan saat ini sudah mendirikan biro psikologi baru yaitu J-Consulting.

“Agar dapat tetap bertahan dengan berbagai tantangan, serta hambatan dalam menjalankan biro psikologi, dibutuhkan resiliensi dan berbagai strategi untuk bangikit. Tetap fokus pada tujuan awal sebagai seorang psychopreneur,” paparnya.

Ketua Tim Pengabdian, Ros Patriani Dewi menjelaskan, psychopreneurship adalah pengembangan model bisnis, produk atau layanan yang berbasis ilmu psikologi. Harapannya lulusan ilmu psikologi mampu menjadi wirausaha sesuai latar belakang pendidikan yang ditempuh. Webinar ini memberikan gambaran bisnis khususnya dalam bidang psikologi yang juga dapat menjadi alternatif karir bagi lulusan psikologi. Ros menambahkan, untuk meningkatkan skill di bidang Psychopreneurship, kemungkinan ke depannya dapat diadakan workshop yang dapat lebih mengasah skill wirausaha di bidang psikologi.

“Salah satu capaian lulusan sesuai visi misi Fakultas Psikologi UMBY yaitu menciptakan lulusan yang mampu bergerak di bidang psychopreneurship,”

Sumber: https://www.krjogja.com/pendidikan/read/477028/membangun-personal-branding-sebelum-membuat-company-branding