Waspada Burnout Syndrome Ketika Mulai Bosan Lelah “Bekerja dari Rumah”
Bekerja
dari Rumah atau Work from Home
menjadi istilah yang tidak asing lagi terdengar semenjak mewabahnya Virus
COVID-19. Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMB Yogyakarta) menerapkan work from home selama masa tanggap
darurat pendemi COVID-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya UMB Yogyakarta ikut
berkontribusi dalam memutus penyebaran virus tersebut. Semua Tenaga
Kependidikan dan Dosen di UMB Yogyakarta diwajibkan kerja dari rumah dengan
tetap melayani mahasiswa dengan menerapkan sistem pelayanan administrasi secara
online menggunakan E-Service/E-Office
dan perkuliahan online menggunakan E-Learning.
Berkaitan
dengan hal tersebut ada beberapa pertanyaan yaitu Apakah kalian sudah
beradaptasi dengan sistem kerja dari rumah? Atau anda sudah mulai bosan dan
lelah dengan kerja dari rumah? Bosan dan Lelah bekerja dari rumah dan tidak
dapat beradaptasi dengan sistem kerja tersebut dapat mengakibatkan burnout syndrome. Apa itu Burnout Syndrome?
Burnout
Syndrome menurut WHO merupakan penyakit stres kronis yang disebabkan oleh
tekanan pekerjaan yang belum dapat sepenuhnya ditangani dengan baik. Sindrom
ini ditandai dengan kelelahan fisik maupun emosional dan mengakibatkan
penurunan energi tubuh sehingga merasakan penurunan semangat bekerja. Kemudian
akan kehilangan minat bekerja dan pada
titik tertentu kalian akan merasa bosan dan lelah terhadap pekerjaan. Jika
kondisi ini dibiarkan dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas pekerjaan anda,
apabila berlangsung lama maka dikhawatirkan imunitas akan mengalami penurunan
sehingga rentan terkena penyakit fisik seperti pusing, hipertensi & migrain
serta mengganggu kesehatan mental anda seperti mudah marah dan depresi.
Berdarkan
artikel kesehatan bahwa Gejala Burnout
Syndrome yang umum dialami yaitu
kelelahan dan kebosanan kerja sehingga menyebabkan kinerja menurun. Bekerja
dari rumah mudah merasa lelah karena mata terlalu lama memandang screen pada komputer atau laptop dan
posisi duduk yang tidak benar. Hal tersebut menyebabkan energi cepat hilang
sehingga tubuh menjadi cepat lelah. Ada tips agar tidak cepat lelah saat Work from Home yaitu terapkan kerja 20
menit kemudian memandang 20 meter selama 20 detik, lakukanlah secara rutin.
Sesekali berdirilah lakukan peregangan, kalau sudah 2 jam kerja berhenti
sebentar untuk melakukan refreshing
seperti mengambil minum atau makanan kecil, sholat, keluar rumah sebentar atau
aktivitas lainnya.
Kebosanan
kerja muncul karena kita bekerja atau melakukan aktivitas yang sama setiap
harinya. Rasa bosan suatu hal wajar tetapi apabila sudah mengganggu aktivitas
dan produksivitas kerja maka anda harus mencari solusi agar tidak cepat bosan.
Ada tips agar tidak cepat bosan yaitu sesekali bekerja sambil mendengarkan
musik dan mengambil waktu 5-10 menit untuk main game atau melihat video di youtube. Kemudian untuk menjaga fokus
agar pekerjaan tetap produktif yaitu dengan membuat daftar perkerjaan yang akan
anda kerjaan. Daftar tersebut dapat dibuat di buku catatan atau diketik di
laptop sehingga anda dapat menentukan skala prioritas saat bekerja dari rumah.
Bagaimana
cara mengatasi kebosanan dan kelelahan karena Work from Home? Apabila anda mengalami hal ini beberapa hal yang harus
dilakukan yaitu dengan melakukan peregangan tubuh dan mengatur nafas agar
fikiran menjadi lebih rileks, aturlah
jadwal kapan anda harus melakukan waktu untuk olahraga, ibadah, istirahat,
bekerja dan makan siang. Buatlah jadwal aktivitas harian anda agar anda dapat
mengatasi gejala burnout syndrome
tersebut.
Percayalah pada diri anda bahwa anda punya kemampuan survive, termasuk beradaptasi dengan Work from Home. Hal ini suatu keadaan yang harus sesuaikan, tetap bersabar pada proses diri sampai anda bisa menikmatinya. Yakinlah dalam hati anda bahwa Tuhan bersama orang-orang yang bersabar dalam menghadapi Pendemi COVID-19, If you do his part God will do his part.
Penulis: Wahyu Hidayat, S.Pd. (Tenaga Kependidikan di Prodi Psikologi S1, Fakultas Psikologi UMB Yogyakarta)
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *