Preloader

Office Address

123/A, Miranda City Likaoli Prikano, Dope

Phone Number

+0989 7876 9865 9
+(090) 8765 86543 85

Email Address

info@example.com
example.mail@hum.com

Promote Inclusive Education and Teacher Welfare, UMBY Psychology Lecturers Bring ‘SDGs Corner’ to Indria Tamansiswa Park

Promote Inclusive Education and Teacher Welfare, UMBY Psychology Lecturers Bring ‘SDGs Corner’ to Indria Tamansiswa Park

Tim dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berkolaborasi dengan Taman Indria Ibu Pawiyatan Tamansiswa Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan bertema “Sosialisasi Program Sustainable Development Goals (SDGs): Pendidikan Inklusi dan Kualitas Pendidikan” ini diikuti oleh 10 pamong atau guru TK bertempat di Gedung Taman Indria Ibu Pawiyatan Tamansiswa. Program ini berfokus pada pemahaman tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) tingkat anak usia dini dengan penguatan manajemen stres kerja bagi pendidik.

Tim PkM UMBY diketuai oleh Dr. Hastangka, M.Phil., dengan anggota Sowanya Ardi Prahara, S.Psi., MA.. Ketua Tim PkM, Dr. Hastangka, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membumikan konsep global SDGs agar dapat diterapkan secara langsung dalam interaksi pendidikan sehari-hari.

“Kami ingin menunjukkan bahwa SDGs bukan hanya konsep di tingkat kebijakan global, melainkan dapat diterjemahkan ke dalam praktik pendidikan sehari-hari, termasuk di tingkat TK. Ketika pendidik memiliki pemahaman yang baik dan mampu mengelola stres secara adaptif, kualitas interaksi dengan anak juga diharapkan semakin baik,” jelas Hastangka.

Sebagai bentuk dukungan konkret dan berkelanjutan, tim PkM UMBY menyerahkan fasilitas “Pojok SDGs” kepada pihak sekolah. Fasilitas ini dirancang sebagai area belajar sederhana dan interaktif yang dilengkapi rak penyimpanan, buku cerita anak bertema keberagaman, kepedulian lingkungan, persahabatan, serta poster visual interaktif mengenai nilai-nilai SDGs yang ramah anak.

Melalui sarana ini, para guru dapat mengenalkan nilai-nilai kesetaraan, inklusivitas, dan kepedulian sosial kepada siswa melalui media permainan, gambar, dan dongeng.

Dalam sesi pemaparan materi pertama, Dr. Hastangka, M.Phil., menyampaikan topik terkait relevansi SDGs pada tingkat sekolah anak usia dini. Ia menjelaskan bahwa prinsip-prinsip global seperti kesetaraan, kepedulian lingkungan, dan akses belajar yang inklusif dapat diimplementasikan melalui aktivitas sederhana di kelas.

“Lingkungan pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai global secara sederhana. Melalui interaksi sehari-hari, anak-anak dapat mulai dikenalkan pada nilai kepedulian terhadap sesama, penghargaan atas perbedaan, kesetaraan, kebersihan lingkungan, serta hak mendapatkan kesempatan belajar yang sama,” paparnya.

 

Sesi kedua diisi oleh Sowanya Ardi Prahara, S.Psi., MA., yang membawakan materi “Stres Kerja dan Manajemennya”. Sowanya mengulas berbagai tantangan psikologis pendidik, mulai dari tingginya tuntutan administrasi, penanganan variasi karakter murid, hingga pengelolaan dinamika hubungan kerja. Peserta dibekali pemahaman mengenai deteksi dini gejala stres dan teknik penanganan adaptif agar kualitas mengajar tetap terjaga.

“Penting bagi para pamong untuk mengenali tanda-tanda stres sejak dini, baik yang bersumber dari beban mengajar maupun administrasi. Dengan menerapkan strategi manajemen stres yang adaptif, guru dapat menjaga kesejahteraan dirinya sekaligus mempertahankan kualitas pendampingan kepada anak-anak di sekolah,” jelas Sowanya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para pamong yang hadir. Lilik Sumaryati, S.T., salah satu pamong, mengaku mendapatkan sudut pandang baru mengenai penerapan agenda global di tingkat PAUD.

“Selama ini SDGs lebih sering kami kenal sebagai program yang bersifat global, tetapi melalui kegiatan ini kami menjadi lebih memahami bahwa nilai-nilai SDGs sebenarnya dapat dikenalkan kepada anak melalui kegiatan sederhana di sekolah,” kata Lilik.

Sementara itu, Pamong Devara Krisnawati, S.Pd., menyoroti manfaat materi kesehatan mental bagi profesi guru. “Materi tentang stres kerja sangat relevan dengan pekerjaan kami sebagai pamong. Kami jadi lebih memahami bahwa mengenali kondisi diri dan mengelola stres merupakan hal penting agar kami tetap dapat memberikan pendampingan dan pembelajaran yang optimal kepada anak-anak,” tuturnya.

 

Sebagai tindak lanjut, tim PkM UMBY bersama Taman Indria berkomitmen untuk melakukan monitoring dan evaluasi berkala guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan Pojok SDGs serta penerapan manajemen stres di lingkungan sekolah.

Melalui sinergi ini, Fakultas Psikologi UMBY dan Taman Indria Ibu Pawiyatan Tamansiswa berharap dapat melanjutkan kolaborasi berkelanjutan untuk terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan memperhatikan kesejahteraan para tenaga pendidik.

Admin Web
Author

Admin Web

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies.